Rabu, 22 Oktober 2008


SEDERHANA BATIK PEKALONGAN DAN BERSAHAJA


BATIKU Sederhana-Bersahaja Pekalongan Indonesia merupakan trend baru dalam produksi batik. Tren baru tersebut terlihat dalam keberanian BATIKU untuk hanya membidik pasar internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Oleh karenanya, motto “sederhana” dan “bersahaja”pun diusung untuk memenuhi harapan produk batik yang betul-betul mencerminkan profil dari PKS itu sendiri.

BATIKU DALAM IDE DAN GAGASAN

Dalam pendiriannya, BATIKU menancapkan ide dan gagasan yang besar, tapi dengan serba kondisi kecil dan terbatas :

  • Gagasan besar, karena memang BATIKU bercita-cita menjadi ikon batik PKS. Sebagaimana ikon Kota Pekalongan adalah KOTA BATIK, Kota Bandung adalah Kota Kembang, maka BATIKU bercita-cita sebagai “BATIK bermoif PKS adalah BATIKU

  • Dalam kondisi kecil dan serba terbatas, karena memang dalam kemunculannya, hanya dengan kekuatan dana modal yang sangat tidak masuk akal, bahkan bertolak belakang dengan gagasannya. Modal seadanya saja

BATIKU, dan PRODUKSI

Proses pembuatan batik ini dilakukan secara tradisional. Sebagian besar dikerjakan dengan melibatkan para pelaku industri kecil rumah tangga (home industry) yang memang merupakan ruh dari industri batik Pekalongan.

Melalui tangan-tangan terampil dengan perpaduan keahlian turun temurun dan berpengalaman, menjadikan produk BATIKU memiliki keunggulan tersendiri dalam bersaing dengan produk-produk lain.



KEUNGGULAN BATIKU

Keunggulan Produk

  • Motif-motif dari produk BATIKU cukup beragam dan cukup kaya. Lambang atau logo partai bisa dimodifikasi sedemikian rupa, hingga mampu menjadi motif-motif batik cantik dengan tetap tidak meninggalkan ciri utama lambang PKS, yaitu bulan sabit dan padi.

  • Bahkan, dengan kekayaan modifikasi lambang partai menjadi motif-motif batik, maka sudah tidak jarang lagi para pekerja batik di daerah menyebutnya sebagai “Motif PKS”, sejajar dengan motif-motif batik tradisional lainnya seperti motif Kawung, Motif Seno, dll.

  • Warna-warna batik dan umumnya produk batik adalah klasik dan warna-warna tradisonal, seperti warna Sogan dll. Namun BATIKU telah berani keluar dari pakem warna yang selama ini ada. Warna kuning yang dipilih untuk dipakai pada motif kotak, misalnya, telah cukup mendatangkan apresiasi dari pecinta batik PKS. Bahkan tim Nasyid Izzatul-Islam pun memilih Motif Kotak Kuning sebagai salah satu seragam timnya. Hingga akhir-akhir ini, BATIKU seperti telah mulai memiliki ciri khas warna tersendiri, yaitu Merah Marun yang hampir rata-rata booming di setiap motif-motifnya.

Keunggulan Komitmen

Proses pembuatan batik ini dilakukan secara tradisional-manual yang diolah melalui tangan-tangan terampil dan berpengalaman dengan menggunakan alat-alat yang juga masih tradisional, bukan digarap oleh mesin-mesin dan pabrik yang canggih. Dan bukan juga diangkut oleh raksasa kontainer atau sekedar mobil pick-up terbuka, tetapi oleh becak, bahkan terkadang sepeda. Dan Para pengrajinnya pun, rata-rata, pengrajin tingkat menengah saja, dan sebagian para kaum perempuan, bahkan beberapa ibu-ibu janda.

  • Keyakinan bahwa do’a-do’a mereka adalah penguat dari keberkahan, dan justru kaum seperti merekalah yang saat ini dimarjinalkan dan tersingkirkan oleh kekuatan-kekuatan modal besar dan industri-industri modern.

  • Semakin banyak para pengrajin yang terlibat, maka rantai do’a pun semakin panjang. Ini tentu akan berbeda jika digarap oleh satu pabrik yang sudah mapan, maka akan tidak mampu mendekatkan kepada harapan-harapan dan do’a kepada Yang Maha Pemberi Rizki.

Keunggulan inilah yang diyakini BATIKU memiliki peranan dalam “melanggengkan” aktifitas dan barokah usaha.

KHATIMAH

Kami bersyukur menjadi bagian dari gaya hidup Kader, Qiyadah dan masyarakat umum yang tetap sederhana dan bersahaja. Kami pun berterimakasih, karena dengan memakai produk kami berarti anda sudah turut peduli dalam memelihara komitmen untuk tidak sekedar menjadi besar. Tetapi bagaimana caranya agar kita bisa menjadi besar. Untuk tidak sekedar membesarkan diri. Tapi tetap besar dengan rasa peduli. Untuk selalu menjaga penampilan yang boleh saja elegant, tapi tetap bersahaja, dan tetap dalam kesederhanaan. Kita memiliki semboyan “bersih” dan “peduli”, begitu pun BATIKU yang tetap sederhana dan bersahaja.

0 komentar: