Kamis, 18 Desember 2008

OLD SCTV



New SCTV





Budi Darmawan, PR Manager SCTV mempromosikan logo baru SCTV dan mengatakan logo bukan hanya urusan seni. Logo merupakan suatu identitas. Logo bisa mewakili visi dan semangat suatu perusahaan.

Graha Pena, ITS Online - Perubahan logo perusahaan sedang marak. Dalam dunia TV, SCTV tidak ketinggalan untuk mengubah logonya yang dulunya setengah matahari sekarang satu matahari penuh. SCTV mengubah logonya setelah ada riset yang mengatakan logo lama memiliki bias sehingga perlu dipertegas. Ini dikatakan Budi Darmawan, Manajer Public Relations SCTV, yang hadir sebagai pembicara dalam acara Seminar Public Relations dengan tema "Everyone Could be a Profesional PR" di Graha Pena, Sabtu (5/3) "Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa logo SCTV berubah seperti jeruk," canda Budi Darmawan. Memang terkadang ketika ada suatu perubahan, pasti terjadi reaksi pro kontra. Namun yang lebih penting, menurut pria berkemeja kotak-kotak ini, pemirsa TV tidak akan terpaku apakah desain logo SCTV ini menjadi lebih jelek atau lebih bagus. Pemirsa lebih tertarik pada isi atau program yang ditawarkan. Maka, dengan logo yang baru, SCTV menawarkan program-program baru juga. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai program yang ditawarkan sebagaimana di iklan. Dia mencontohkan beberapa iklan station ID yang bertujuan mempopulerkan logo SCTV baru. Sebanyak tujuh buah iklan ditayangkan dalam versi panjang (60 detik) dan pendek (30 detik). Iklan yang pertama adalah Gala Hollywood, dilanjutkan dengan Gala Mandarin, Gala India, Gala Telenovela, Gala Sinema, Gala Remaja, dan Gala Keluarga. Melihat iklan-iklan tersebut, peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya sangat antusias. Iklan station ID tersebut memang baru mereka lihat, terutama untuk versi penuhnya. Lebih seru lagi saat penayangan iklan Gala Remaja. Iklan ini terinspirasi film Titanic di saat Kate Winslett membentangkan tangan dan berdiri di ujung kapal. Namun lucunya, di iklan ini si 'Kate Winslet' berboncengan vespa dengan kekasihnya. "Lihat! Untuk berjalan di vespa kan mestinya perlu digas, tidak mungkin bisa berdiri seperti itu vespa tetap jalan," jelas Budi menanggapi iklan tersebut. Peserta pun dibuat tergelak dengan tampilan di depan mereka.Advertisement atau iklan memang sangat erat dengan kreativitas. Karena iklan adalah suatu kegiatan yang membujuk konsumen agar mau menggunakan produk yang ditawarkan melalui media. SCTV serius menggarap iklan-iklan logo barunya. Dalam hal ini SCTV bekerjasama dengan sutradara iklan ternama di Indonesia, Ipang Wahid. Ipang Wahid menyutradarai seluruh iklan station ID yang dibuat SCTV, dan hasilnya cukup segar dan tidak mengecewakan.

0 komentar: