Minggu, 19 Oktober 2014

Hampir tiga bulan kita tidak bertemu, 
rasa rindu, sedih, kesal, marah, semua bercampur sehingga hanya sakit yang dirasa
tiga bulan seperti satu abad 
menahan rasa sakit, bernafas tetapi seperti mati karena sesak yang dirasa

Semua yang tertuang tepat dengan angka 3 (tiga)
tiga tahun yang lalu aku berkata I Y A dan mau menjadi bagian dari hidupmu selamanya
tiga tahun yang lalu aku berikrar untuk terus berada disampingmu tak pernah selangkahpun aku meninggalkanmu
tiga tahun yang lalu pertama kalinya dalam hidup bibirku tidak bisa berbicara sepatah katapun, karena tangis yang membendung kegembiraan, kesedihan, keharuan, semua bercampur menjadi satu.
tiga tahun yang lalu aku berkata "apa adanya dirimu menjadi pelengkap dalam hidupku"
tiga tahun yang lalu aku membuka gerbang kehidupanku yang baru
tiga tahun yang lalu aku memutuskan untuk bersama denganmu sampai akhir khayatku

Mengenang tiga tahun berlalu, mengenang tiga bulan terakhir bertemu denganmu, 
mengenang semua yang pernah terjadi diantara kita,, bagiku saat ini semua itu tidak cukup

apapun yang aku tuang dalam tulisan ini, bukan bagian dari rangkaian cerpen yang harus menyatu dari awal sampai dengan akhir, aku hanya ingin menuangkan semua yang aku rasa selama tidak berada disampingmu.

bukan hal pertama yang bisa merintihkan perasaanku, melemaskan seluruh ragaku selama tiga tahun ini,
jika disebut hidup, ya benar aku hidup - tetapi aku tidak merasakan hembusan nafas, aliran oksigen ke otak, darah segar yang membuat jiwa raga sehat semua itu tidak aku rasakan.

semua yang ada menyesakkan dada, tetapi untukmu aku bertahan, untukmu aku hidup, untukmu aku berdiri, berlari, mengejar matahari, berdiri di bawahnya dan menatapnya dengan kedua mata.

Aku akan melakukan segalanya, apapun untuk bisa tetap bersamamu. terselip fikiran untuk meninggalkanmu, tetapi jiwaraga, hati lebih memilih untuk tetap berada disampingmu, karena jawaban segalanya adalah Aku mencintaimu tanpa batas, kisah cintaku selalu milikmu dan akan tetap jadi milikmu,

Kali ini aku benar - benar menyadari, Tuhan - Allah sangat sayang kepadaku. entah kapan aku melakukan kesalahan Tuhanku selalu mengingatkan, menegur, agar aku bisa terus berada dijalanNya.

TIDAK SEKALIPUN, aku berfikir dan bertindak seperti kali pertama yang pernah terjadi, karena aku tau balasanNya selalu tidak terduga dan TeguranNya selalu besar, banyak hal yang harus dibuktikan dan di selesaikan.

Dengan mencintaimu setiap hari, aku bisa bertahan hidup selama 100 tahun, butuh waktu memang bagiku untuk bisa memahami semua proses yang terjadi, untuk bisa IKHLAS akan apa yang menerpa....aku yakin ALLAH tau jalan terbaik untuk kami.

Aku yakin cinta mempunyai waktu yang tepat untuk menyatukan kami, meski tidak bisa menatap, menyentuh, tapi aku yakin kekuatan cinta dan RestuMU yang dapat membuat kami semua bertahan.

Meskipun jarak memisahkan, tembok tinggi menghalangi, tetapi cinta selalu mendekatkan ku padamu, sekali lagi jawabannya hanya dengan bertahan dan menunggu waktu yang tepat.




Just for Mine * An-Ir

1 komentar:

Gudang Mobil mengatakan...

Yang kuat Dewi ya, isi waktumu dengan pekerjaan yang produktif dan tetap senyum tertawa tanpa batas dengan teman-teman SETARA yang "gila" tetapi selalu mencoba mengerti keadaan teman-sahabatnya ketika ada dalam kesulitan. Kita selalu support untukmu Dewi, kalau perlu anything, just call us anytime, kita selalu ada waktu untukmu...

Love and Pray..
Kenzie