Minggu, 12 Oktober 2014

Hujan tercurah
jalanan telah basah
rindu menjamah

hari tak putus
detik tak juga pindah
waktu berlalu

ku ingin kau pulang
Merindumu hal terburuk yang sebenarnya tak ingin ku rasa
ke tempat yang kau rindukan
yang kau sebut dengan Rumah kita

bulan menyapa
pekerjaan menumpuk
hariku penat

jam pun penanda
dua belas terbilang
hatiku kalut

oase merah
terpekur dalam bisu
karat debu

getaran dawai
rendah merentas ruang
mengelir sunyi



Yours - An ir

0 komentar: